BAHAGIA DI BULAN JUNI

Human’s momentum.

on November 23, 2015

Are you paying attention?

Sebenernya hari ini saya punya tiga bahan untuk ditulis dalam blog. Cuma… Karena rasa malas menuangkannya dan juga malas ngetiknya jadi yah… Ini aja dulu palingan, dan juga rasanya tulisan ini ga bakal sampe sepenuhnya dibahas saat ini juga.
Momentum manusia. Apa sih yang saya maksud dengan momentum manusia? Jadi begini, yang ingin saya bicarakan itu lebih spesifik mengenai momentum rasa sayang manusia.

Manusia memiliki statis rasa sayang terhadap pasangannya, waktu di awal-awal berpacaran biasanya mereka masih berada dalam momentum yang tepat dan tertinggi. Maksudnya adalah, mereka masih berada dalam puncak momentum, lama kemudian biasanya salah satu dari mereka akan menunjukkan turunnya momentum yang disebutkan di atas sampai pada akhirnya menunjukkan momentum perlawanan. Yang saya maksudkan adalah, seseorang tersebut mengalami momentum terendahnya atau biasa saya katakan mati rasa yang mana masih banyak orang salah kaprah untuk menerjemahkan maksud yang saya berikan (Tulisan mengenai mati rasa dapat Anda baca di tulisan saya dengan judul Tongue, Sugar & Coffee) atau orang-orang lebih senang menyebutnya dengan kata “bosan” sedangkan pasangannya biasanya masih berada dalam momentum teratasnya. Permasalahan yang terjadi pada saya dan dia adalah ketika momentum saya mulai menurun dan dia berada di atas. Saya menunjukkan tanda-tanda mati rasa terhadapnya dan dia berada dalam puncak rasa sayangnya. Ketika saya kembali menaikkan momentum, saya sudah terlambat dan dia mungkin sudah menurunkan momentumnya. Saya juga tidak tahu. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengatasinya?

Karena jika terus menerus begini, maka yang terjadi adalah looping yang tak akan berakhir. Satu-satunya cara yang ada di pikiran saya adalah menyamakan momentum. Maksud saya adalah, sekarang ini momentum saya berada di puncaknya dan momentum dia mungkin sedang menurun. Maka yang harus saya lakukan adalah mencoba bertahan di atas sampai dia menunjukkan gejala-gejala menaikkan momentum sampai pada pucaknya. Memang apa yang saya lakukan ini sangat risky. Mengapa demikian? Karena jikalau momentum yang saya dan dia mengalami persamaan, maka ada kemungkinan momentum kami turun akan bersamaan dan  dapat dikatakan sangat berbahaya. Memang benar, saya yang sekarang lebih mengenali diri saya sendiri dan mengetahui cara mencegah turunnya momentum… Tapi itu hanyalah sebuah hipotesis tanpa ada uji coba sebelumnya dan biasanya adalah praktek akan lebih sulit dibanding dengan hipotesis-hipotesis yang dibuat dalam otak dan imajinasi.

Berbicara soal puncak momentum, saya masih sangat ingat ketika momentum kami bertemu di puncak. Waktu terasa begitu cepat saat itu, dan memang momentum kami sangat singkat. Dapat dikatakan hanyalah enam bulan saya bisa merasakan bagaimana apa yang orang-orang kasmaran rasakan. Saya tidak menyalahkan apa yang saya rasakan, saya senang dengan apa yang saya rasakan dan tidak merasa sedih atau kecewa sedikitpun karena yah… Saya merasa satu tahun perjuangan mati-matian saya terbayar juga dengan bertemunya momentum kami.

P.S, saya sering bilang kepadanya kalau saya hanya akan menelponnya ketika dalam keadaan yang begitu penting atau sesuatu yang buruk menimpa saya. Tapi terkadang… Timbul rasa ingin saya untuk menelponnya, mendengar suaranya dan semacamnya. Khayalan semu.
Untuk tulisan selanjutnya yang mungkin akan saya tulis esok hari, saya akan membahas soal… Warna atau watak atau sifat asli yang saya miliki. Well, sebenarnya ini adalah hal rahasia yang akan dibuka nanti tapi… saya gemas ingin menulisnya. Until then, Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: