BAHAGIA DI BULAN JUNI

Hello Lovember!

on November 6, 2015

Lovember telah tiba, menandakan kalau stage 2 dari 4 Stages of grieves akan segera dimulai.

Untuk stage 1 sendiri, Hasil yang didapat itu Pemberian barang kesayangan terjadi dengan mulus. Namun, target lupa membawa barang kesayangannya itu. Dengan alasan ingin bertemu lagi. Ya, saya senang dengar alasan itu… Tapi, opsional yang ingin dilakukan terpaksa tertunda. Saya pun lupa meminta foto bersama sebagai bukti telah bertukar barang. Kejadian begitu cepat, kami hanya bersama dari jam 13.00 sampai 15:30 di rumah. Mungkin dikarenakan tidak ada orang juga di rumah yang menarik perhatian target untuk pindah ke tempat lain. Pengujian trigger atau pemicu emosi dilakukan dan hasilnya positif. Saya mengeluarkan sedikit air mata ketika mendengarkan melodi Namae o Yonde ketika berada di pelukannya. Setelah sekian minggu tidak bisa merasakan bagaimana rasanya menangis, akhirnya saya dapat menangis juga. Dapat disimpulkan, saya memerlukan rasa cemburu dan juga sebenarnya menginginkan rasa sayang yang berlebihan. Memang terlihat seperti air dan minyak, manusia memang aneh. Target membaca suatu post dalam blog saya yang mana saya lampirkan gambar dari manga Horimiya dengan adegan sang heroine memeluk Main Character dari belakang, kenangan masa lalu langsung muncul dalam benak saya. Tawa dan tangis saya keluarkan ketika itu juga. Target sempat mengira saya menangis tapi mengambil kesimpulan bahwa saya tertawa. Padahal keduanya, hahaha.

Ketika kami sedang berdua, terjadi pergejolakan di otak saya antara logika dan perasaan. Saya tidak bisa menahan diri untuk ingin mengecupnya. Beberapa kali saya hampir mengecupnya tapi masih dapat saya tahan dan sampai akhirnya saya gagal menahan diri. Namun, kecupan saya tidak dibalas olehnya, kesan awkward terjadi pada diri saya. Walau begitu, target sempat memaklumi dan mengecup saya selama beberapa detik. Terapi anti lust yang saya terapkan menghasilkan sesuatu yang menarik, dapat dikatakan bahwa saya tidak menginginkan hal lain kecuali suatu pelukan hangat darinya dan juga sebuah kecupan. Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya untuk melakukan hal-hal lain kepada dirinya. Beberapa kali saya minta tamparan kepadanya untuk menyadarkan diri saya. Yah, walaupun di sisi lain saya mengharapkan kecupan lagi olehnya. Tapi target memilih tamparan atau sisi logika dalam diri saya. End of first stage review. Now proceed to second stage. THE GAMBLE.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: