BAHAGIA DI BULAN JUNI

Lost the spirit

Are you paying attention?

Somehow, I lost my spirit for the project. It felt like something just punched me off right in the head and I was like, “I cant do this man.” or “This is really hard for me to finish”. I know The project itself is 85% already, I KNOW. Man, I felt like just fall down and what do you do when fall down? Get back up! Everyone knows that because if I start walking, I’m not going anywhere. But, there’s sometimes in your life when you fall down and feel like you don’t have the strength to get back up*.

*Speech by Nick Vujicic

Edit November 29th: It just a little bit, but slowly I regain my spirit to finish this.

Leave a comment »

Human’s momentum.

Are you paying attention?

Sebenernya hari ini saya punya tiga bahan untuk ditulis dalam blog. Cuma… Karena rasa malas menuangkannya dan juga malas ngetiknya jadi yah… Ini aja dulu palingan, dan juga rasanya tulisan ini ga bakal sampe sepenuhnya dibahas saat ini juga.
Momentum manusia. Apa sih yang saya maksud dengan momentum manusia? Jadi begini, yang ingin saya bicarakan itu lebih spesifik mengenai momentum rasa sayang manusia.

Manusia memiliki statis rasa sayang terhadap pasangannya, waktu di awal-awal berpacaran biasanya mereka masih berada dalam momentum yang tepat dan tertinggi. Maksudnya adalah, mereka masih berada dalam puncak momentum, lama kemudian biasanya salah satu dari mereka akan menunjukkan turunnya momentum yang disebutkan di atas sampai pada akhirnya menunjukkan momentum perlawanan. Yang saya maksudkan adalah, seseorang tersebut mengalami momentum terendahnya atau biasa saya katakan mati rasa yang mana masih banyak orang salah kaprah untuk menerjemahkan maksud yang saya berikan (Tulisan mengenai mati rasa dapat Anda baca di tulisan saya dengan judul Tongue, Sugar & Coffee) atau orang-orang lebih senang menyebutnya dengan kata “bosan” sedangkan pasangannya biasanya masih berada dalam momentum teratasnya. Permasalahan yang terjadi pada saya dan dia adalah ketika momentum saya mulai menurun dan dia berada di atas. Saya menunjukkan tanda-tanda mati rasa terhadapnya dan dia berada dalam puncak rasa sayangnya. Ketika saya kembali menaikkan momentum, saya sudah terlambat dan dia mungkin sudah menurunkan momentumnya. Saya juga tidak tahu. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengatasinya?

Karena jika terus menerus begini, maka yang terjadi adalah looping yang tak akan berakhir. Satu-satunya cara yang ada di pikiran saya adalah menyamakan momentum. Maksud saya adalah, sekarang ini momentum saya berada di puncaknya dan momentum dia mungkin sedang menurun. Maka yang harus saya lakukan adalah mencoba bertahan di atas sampai dia menunjukkan gejala-gejala menaikkan momentum sampai pada pucaknya. Memang apa yang saya lakukan ini sangat risky. Mengapa demikian? Karena jikalau momentum yang saya dan dia mengalami persamaan, maka ada kemungkinan momentum kami turun akan bersamaan dan  dapat dikatakan sangat berbahaya. Memang benar, saya yang sekarang lebih mengenali diri saya sendiri dan mengetahui cara mencegah turunnya momentum… Tapi itu hanyalah sebuah hipotesis tanpa ada uji coba sebelumnya dan biasanya adalah praktek akan lebih sulit dibanding dengan hipotesis-hipotesis yang dibuat dalam otak dan imajinasi.

Berbicara soal puncak momentum, saya masih sangat ingat ketika momentum kami bertemu di puncak. Waktu terasa begitu cepat saat itu, dan memang momentum kami sangat singkat. Dapat dikatakan hanyalah enam bulan saya bisa merasakan bagaimana apa yang orang-orang kasmaran rasakan. Saya tidak menyalahkan apa yang saya rasakan, saya senang dengan apa yang saya rasakan dan tidak merasa sedih atau kecewa sedikitpun karena yah… Saya merasa satu tahun perjuangan mati-matian saya terbayar juga dengan bertemunya momentum kami.

P.S, saya sering bilang kepadanya kalau saya hanya akan menelponnya ketika dalam keadaan yang begitu penting atau sesuatu yang buruk menimpa saya. Tapi terkadang… Timbul rasa ingin saya untuk menelponnya, mendengar suaranya dan semacamnya. Khayalan semu.
Untuk tulisan selanjutnya yang mungkin akan saya tulis esok hari, saya akan membahas soal… Warna atau watak atau sifat asli yang saya miliki. Well, sebenarnya ini adalah hal rahasia yang akan dibuka nanti tapi… saya gemas ingin menulisnya. Until then, Ciao!

Leave a comment »

What I really need to do.

This is happening. I have a bad habit that the worst case scenario of mine have more higher possibility. Shit!

I’ve made up my mind. I really need to take her back since I’m pretty sure that I am the only one who can take care of her.

Leave a comment »

Untitled.

Are you paying attention?

What is life? Have you ever thinking about suicide?

Sometimes, I’m thinking what if I died? Are they gonna missed me when I’m gone? Well, literally I’ve been doing suicide couple of times and I’m gonna do that again in the near time. Literally again, I hope. Since time cannot be undone, how about being newborn human? Just like doing reset button. Yeah, reset button since this is too hard for me. Simply said, suicide. But my other half says that… I do not wanted to forget memories filled up with happiness in my life. Just like when I had birthday party with my family, having my awkwardly first date, having do-it-yourself dinner with her, seeing the beautiful brown eyes of her as both closing and opening time of the year, etc. It was really fun.
People said since words and acts that carried out cannot be undone then the only way to override it is do good things to myself and/or to others. But, what is good things? I regret doing this, I regret doing that. I just wanted to be forgiven for what I’ve done in my life and others.

Well, tl;dr

Just now I’m thinking about something taboo in society, yes. Suicide. God, I’m so sorry for thinking something like this. And… There’s no guarantee I’d meet the people I known until today. There’s no guarantee I’d meet her again, there’s no guarantee I’d have good friends as right now. Today’s date is November 20th, time sure flies. December is coming and then… January 2016. Maybe the suicide I’m thinking right now is being the new Fajar Ramdhan. A normal human. Sooner or later humans are started to forget–Sorry. I mean, buries or something their old memories both happy and sad memories since they usually used short-term memory instead long-term memory with the one they loved or used to be loved. Well, I’m declared to be exceptional. I used long-term memory for both happy and sad memories. Wanna proof? Check out my older blog, I always do nostalgia about my memory with her. 

Man, I don’t want to forget those things. Not that I can forget, though. I always remembered how calm and warm when hugging her, when I’m patting her head, when I’m shedding her tears.But how about her? Is she going to forget our memories? I mean, buried deep down until I dig it up again? I hope she’d never forget our memories.

Leave a comment »

Peri Kecil dan Kristal Bening

Peri Kecil dan Kristal Bening

Read the rest of this entry »

Leave a comment »