BAHAGIA DI BULAN JUNI

At least, I met the Mother…

on October 25, 2015

Are you paying attention?

Hari ini jadwal saya menemani Nyonya besar jalan-jalan, telat setengah jam dari jadwal bukan masalah baginya. Tujuan pertama kami adalah Cilandak Townsquare, dengan tujuan yang “sepele”. Ambil baju untuk reuni angkatannya. Huh.
Tidak perlu waktu yang lama untuk berada di Citos, Nyonya besar langsung mengajak ke tempat tujuan kedua yaitu rumah sepupu saya. Kami pun berjalan ke sana dengan santai-santai, saya tidak terlintas pikiran apa pun tadi itu.

Sampai di sana, Nyonya besar having chit chat with her older sister and me just chillin’ with my cousins. Iseng-iseng saya membuka path, dia sedang check in path dengerin lagu Oasis –  Stand by Me, saya love moment-nya. Tidak butuh waktu lama, notifikasi muncul. “Door!” Kata-kata yang saya sudah ketahui siapa pengirimnya. Saya benar-benar kaget, dia mengajak saya ketemu tadi siang.

Damn! Bad timing!

Walau begitu, tetap menjaga ke-cool-an, saya langsung mengiyakan saja. Persetan gimana cara mengelabuhi nyonya besar agar cepat pulang, yang penting bisa ketemu dulu. This is gold chance. Saya agak salting juga harus bagaimana, saya chat teman saya harus pakai baju apa dan harus bagaimana. Dan yang dia katakan cukup membuat saya menertawakan diri saya, dia bilang “Lo kayak orang mau first date aja deh, wear something you feel comfortable”.

Saya baru mendapat kesempatan untuk mengajak Nyonya besar pulang ketika pukul 15:30, motor langsung saya kebut dari Tanjung Barat menuju Pamulang. Sesampai di rumah, saya lihat jam yang masih menunjukkan pukul 16:00. Yes!
Tanpa banyak pikir dan membuka ponsel, saya langsung memacu motor kembali menuju Pondok Labu. Sampai di gang rumahnya, kecurigaan pada arloji saya mulai muncul. Pasalnya, waktu yang saya lihat tadi tidak berubah sedetikpun. Dengan takut, saya lihat jam di ponsel dan pukul menunjukkan 17:xx

Shit! Shit! Shit!
Dengan agak panik, saya buka aplikasi LINE dan melihat ada dua chat yang belum saya buka, saya balas dengan kata-kata kalau saya sudah ada di depan gang rumahnya. Tapi sayang, dia ga ada di rumah. Dia udah pergi ke rumah temannya. Oh, God… Tell me you’re joking. Awalnya saya bilang akan langsung pulang, tapi ada perasaan tidak enak juga di hati lantaran saya akan terhitung tiga kali bolak-balik tanpa hasil. Tanpa diketahui olehnya, saya tetap menunggu di gang rumahnya sambil mendinginkan kepala.

15 sampai 20 menit kemudian, sambil menunggu saya bertemu dengan Ibunya… Beliau mengajak saya menunggu di rumahnya, tapi saya tolak. I mean, I can’t see her priceless face when she saw me still waiting if I accepted. Saya kembali menunggu… menunggu… tak terasa sudah dua jam saya menunggu. Notifikasi dengan nama “Cewek Lemot” muncul, dia bertanya kaget saya masih menunggu karena dia pikir saya sudah pulang. Tanpa pikir panjang, saya hanya membalas akan tetap menunggu sampai dia pulang, saya ingin lihat wajahnya. Tapi ada karena suatu hal yang dia katakan, saya rasa… sepertinya saya ga bisa lihat wajahnya malam ini.
Dengan berat hati, saya menjalankan motor dan pergi memacu motor ke tempat ini di mana saya menulis blog ini. Hahaha.

Today’s blog is over.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: